simulasi digital, simulasi visual, manfaat simulasi digital, manfaat kelas maya, kelas maya, presentasi video, komunikasi daring, komunikasi dalam jaringan, ebook, buku digital

Minggu, 26 November 2017

Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya dan Jenisnya

Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya dan Jenisnya - Untuk mendukung kelas maya digunakan berbagai perangkat lunak / aplikasi / sistem yang umumnya berbasis web. Umumnya dikenal dua jenis aplikasi yaitu Learning Management System (LMS) dan Learning Content Management System (LCMS).

Namun, pada perkembangan selanjutnya, seiring meluasnya penggunaan Social Network (SN), khususnya Facebook, muncullah aplikasi Social Learning Network (SLN) sebagai salah satu alternatif bentuk kelas maya.

Baca juga:

a. Learning Management System (LMS)
Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya dan Jenisnya
Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya dan Jenisnya


Menurut Courts and Tucker (2012), LMS adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pembelajaran, sistem pengiriman konten, dan melacak aktivitas online seperti memastikan kehadiran di kelas maya, memastikan waktu pengumpulan tugas, dan melacak hasil pencapaian siswa.


Sementara itu, menurut Kerschenbaum (2009) dalam LMS Selection Best Practices, LMS merupakan aplikasi yang berfungsi untuk secara otomatis mengelola berbagai aktivitas pembelajaran.

Guru dapat menggunakan aplikasi ini untuk berbagi sumber belajar, berinteraksi, dan berdiskusi dengan siswa, memberikan pengumuman, menetapkan tugas dan ujian, dan memberikan penilaian, sementara siswa dapat membaca materi pelajaran, menjawab pertanyaan, mendiskusikan, mengirim tugas dan menjawab pertanyaan ujian. Contoh LMS meliputi; Moodle, Dokeos, aTutor.

b. Learning Content Management System (LCMS)
Menurut Kerschenbaum (2009), LCMS adalah aplikasi yang digunakan oleh pemilik konten untuk mendaftarkan, menyimpan, mengumpulkan, mengelola, dan menerbitkan konten pembelajaran untuk pengiriman melalui web, formulir cetak, atau CD.

Secara lebih rinci, LCMS adalah aplikasi untuk mengelola konten pembelajaran. LCMS tidak hanya bisa membuat, mengelola, dan menyediakan modul pembelajaran, tapi juga mengatur dan mengedit semua bagian yang membentuk katalog. Contoh LCMS meliputi; Claroline, solusi e-doceo.

c. LMS vs LCMS
Perbedaan utama antara LMS dan LCMS adalah bahwa LMS adalah media interaksi antara siswa dan guru, sedangkan LCMS adalah media yang digunakan oleh penulis konten dan perusahaan penerbitan konten.

d. Jaringan Pembelajaran Sosial (SLN / SLNs)
LMS dan LCMS adalah perangkat lunak yang telah banyak digunakan dan terbukti handal dalam penerapan sistem e-learning. Namun, sistem ini juga memiliki beberapa kelemahan.

Salah satu kelemahannya adalah sebagian besar sistem ini tidak memperhatikan kemampuan beradaptasi, fleksibel, dan sosial.

Bahkan dalam beberapa kasus, fitur kolaborasi dan fitur analisis hubungan sosial dinonaktifkan sehingga manajer sistem tidak dapat mengetahui apa yang sedang dilakukan komunitas mereka.

Oleh karena itu, dalam perkembangan teknologi saat ini, konsep hubungan sosial dan masalah sosial mulai diterapkan dan memiliki dampak yang berarti pada kolaborasi dan pembelajaran.

Dengan mengadaptasi konsep teknologi ini, siswa dapat berkolaborasi, meningkatkan kemampuan kognitif, dan keterampilan sosial. Oleh karena itu, ada paradigma baru dalam pembelajaran yang disebut CSSL (Computer Supported Social Learning).

Di dalamnya ada konsep Social Learning Network yang bertujuan untuk mendorong pengguna untuk memiliki pengalaman baru dalam belajar menggunakan jejaring sosial (Social Network) yang telah dilengkapi dengan konsep kesadaran sosial (Halimi, 2011).

Jaringan sosial atau jaringan sosial (SN) adalah 'jaringan' yang berisi interaksi sosial dan hubungan interpersonal. Secara lebih rinci, SN adalah aplikasi atau halaman yang memungkinkan pengguna berkomunikasi satu sama lain dengan berbagi informasi, komentar, pesan, gambar, dan video audio.

Di Situs Jaringan Sosial (SNS) seperti Facebook atau Twitter, pengguna difasilitasi untuk interaksi, komunikasi, dan kolaborasi (Greenhow, Robelia, & Hughes, 2009).

Dengan kata lain, mekanisme sosialisasi melalui jaringan ini telah terbukti dapat meningkatkan hubungan interpersonal dan memfasilitasi komunikasi nonverbal melalui media seperti audio-video dan gambar. Dengan berkomunikasi melalui media ini, interpersonal interaction menjadi lebih dekat.

Karena itu, berdasarkan kelebihan ini berbagai situs jejaring sosial didorong untuk bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran (Huang, 2010).

Jaringan pembelajaran sosial (SLN) atau Jejaring Sosial untuk Pembelajaran, menurut Kordesh (2000) mengacu pada hubungan interpersonal melalui interaksi dengan tujuan utama pengembangan pengetahuan. Secara lebih rinci, SLN mengacu pada beberapa fenomena.

- Penggunaan Jaringan Sosial (SN) untuk pembelajaran di bidang pendidikan formal.
- Penggunaan SN oleh peserta didik dalam sebuah kolaborasi / diskusi informal.
- Penggunaan halaman yang dirancang khusus untuk pembelajaran melalui jejaring sosial (Social Learning Network atau SLN).
- Penggunaan SLNs khusus dikembangkan oleh para guru.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya dan Jenisnya

0 komentar:

Posting Komentar